فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِن

Translite

Blog Archive

Labels

Ka'bah

Ka’bah merupakan kiblat shalat umat Islam. Ka’bah yang berbentuk kubus ini merupakan bangunan utama diatas bumi yang digunakan untuk menyembah Allah SWT.Sebagaimana Allah SWT. berfirman dalam Al Qur’an Surat Ali Imran ayat 90, yang artinya : “Sesungguhnya permulaan rumah yang dibuat manusia untuk tempat beribadah adalah rumah yang di Bakkah (Makkah), yang dilimpahi berkah dan petunjuk bagi alam semesta”.

www.bahta.paytreni.com

Untuk Pendaftaran Paytren Bisa mengisi pada kolom yang sudah disedikan pada halaman blog ini atau anda bisa langsung mengunjungi web dengan alamat www.bahta.paytreni.com

Syirik

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang nasihat Luqman kepada putranya agar tidak berbuat syirik, ?َ?ِ?ْ ?َ??َ ?ُ?ْ?َ??ُ ?ِ??ْ?ِ?ِ ?َ?ُ?َ ?َ?ِ?ُ?ُ ?َ? ?ُ?َ?َّ ?َ? ?ُ?ْ?ِ?ْ ?ِ???َّ?ِ ?ِ?َّ ???ِّ?ْ?َ ?َ?ُ?ْ?ٌ ?َ?ِ??ٌ "Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar." (QS. Luqman: 13).

Motivasi

Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya. Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.

Keutamaan Ilmu

??? ?? ???? ????? ??? ?????? ?????? ?? ??????? ????? ???? ???? ??????? ????? ????? ????? ???? ???? Wahai saudaraku…, engkau takan mendapatkan ilmu melainkan dengan (memperhatikan) enam hal… Aku akan menyebutkannya dengan penjelasan… kecerdasan, semangat, kesungguh-sungguhan, biaya materi… petunjuk Ustadz, dan waktu yang panjang

Tuesday, September 19, 2017

Rute Serang ke Bandara Internasional Soekarno Hatta

Assalamualaikum, Sahabat Mutiara Hikmah yang senantiasa diberikan lindungan Allah SWT, dan diberikan kenikmatan yang tidak akan putusnya sampai akhir hayat...
Sering sekali ditemukan banyak orang yang belum mengetahui informasi yang sangat penting bagi para pelancong atau yang menggunakan transportasi udara, disini Saya akan mencoba memrikan gambaran menuju bandara soekarno hatta dari kota SERANG BANTEN.
Jika anda yang berasal dari kampung yang jauh dari perkotaan akan merasakan kesulitan mencari informasi menuju bandara dari kota serang, karena sebelum menuju bandara di terminal serang sudah tersedia Bus Damri yang akan mengangkut penumpang menuju bandara,,, dengan contoh: Saya berangkat dari Kota malingping yang menghabiskan jarak tempuh sekitar 4 jam perjalanan dan menuju bandara dari terminal serang sekitar 2 jam perjalanan.
langsung saja anda jangan takut tidak akan kebagian Bus Damri karena jadwal Bus Damri Berangkat mulai jam 14.00 dan akan berakhir pada jam 20.00 menuju bandara soekarno hatta, Bus Damri akan dijalankan 1 jam sekali berangkat setiap harinya.
Tips dari saya:
Pertama: Tanyakan kepada Petugas Damri yang ada di terminal Pakupatan dan jangan menanyakan ke dishub depan terminal karena saya tanyakan kemarin tidak tau menau masalah Bus Damri yang mengangkut ke bandara.
kedua: Mencari Bus Damri Disekitar Pintu Masuk Pakupatan atau Menunggu di Pintu keluar Pakupatan, Karena Bus akan masuk keterminal tersebut.
ketiga: Jika tidak mau menunggu di terminal anda bisa menunggu di Halte KLB
keempat: Anda bisa menunggu Bus Damri dekat dengan Indomaret yang jalan Satu Arah di dekat Patung.
demikian itulah yang bisa disampaikan semoga bisa menjadikan informasi ini, tidak banyak orang yang kebingungan  

Saturday, March 04, 2017

مفهوم الأساسية لإدارة الطلاب

‌أ.       المفاهيم الأساسية لإدارة الطلاب
1.   تعريف الإدارة
اشتقاقي, وإدارة الكلمة هي ترجمة ل  management(إنجليزية). كلمة management من الكلمة manage  أو magiare ومعنه صعدت الخيول في التدريب.
من تعريف الإدارة, الواردة النشاطين هي النشاط التفكير(mind) و النشاط السلوك (action) . (سهرتيان, 1982). الإدارة هي الاستخدام الفعال للموارد البشرية وليس الإنسان وغيرها من المواد من أجل تحقيق الغرض المقصود منه. ب. سريوبوروض)  , إدارة التعليم في المدرسة).

إدارة تعليمية

       ‌أ.            تعريف إدارة تعليمية
إدارة تعليمية هي تتكوّن من كلمتين و لها معنى واحد، وهي " ادارة" و "تعليمية". ادارة يعرف كعلم، و جدعة و مهنة. يقال كعلم،  قال لوتير غاليك،  لأن ادارة يشاهد كعلم الذي يحاول أن يفهم الناس في تعاون.

Friday, March 03, 2017

Apakah Malaikat Itu laki-laki atau Perempuan?

Yang harus dipahami pertama kali adalah
Tidak ada dalil yg menerangkan jenis kelamin malaikat, 
Jd kita tidak bisa menghukumi bahwa malaikat itu laki2 atau perempuan
Karena jika kita menghukumi bahwa malaikat itu laki2 atau perempuan maka mereka memiliki prilaku dan sifat fisik sebagaimana seorang laki2 atau perempuan,
Di dalam hadis hanya disebutkan bahwa malaikat itu terbuat dari cahaya, nggak makan, nggak minum, g sombong, dan rajin ibadah serta patuh akan tugas2 yg diberikan kepadanya
Kita hanya diperintahkan untuk mengimaninya, dan ilmu tentang jenis kelamin ini termasuk ilmu yg nggak memberikan manfaat jika kita tahu dan tidak memberikan madorot jika kita tidak tahu,

Poin yg kedua 
Nggak setiap yg pake ta marbutoh itu wanita
Contohnya kata hamzah, tolhah, usamah, ukasyah
Meskipun pame ta marbutoh tapi mereka nama2 cowo
Wallahu a,lam

Mari kita bisa baca di sini

Pentingnya Bahasa Arab

Assalamualaikum mahasiswa/i keperawatan, farmasi dan kesehatan masyarakat di
STIKES SURYA GLOBAL
Alhamdulillah wassholatu wassalamu 'ala rosulillah amm ba'du.
Saya mengajak rekan2 semua untuk tetap bersemangat dalam belajar bahasa arab
Kenapa?
Karena setidaknya ada sekitar 22 negara dengan penduduk yg menggunakan bahasa arab dalam kesehariannya
Seperti arab saudi, mesir, kuwait, qatar sudan somali dan yg lainnya, Jadi jika kita bisa bahasa arab ada kemungkinan untuk tidak tersesat di negara-negaratersebut, Ir. Soekarno pernah mengatakan bahwa "barangsiapa yg memahami akan bahasa suatu kaum (negeri), maka ia tidak akan dibodohi". Ada yang menarik adalah mengapa kita harus belajar bahasa arab?
Atau buat apa kita belajar bahasa arab? Padahal bahasa inggris lebih kece atau ngetren?

Saya jawab dengan sebuah statment dalam bahasa arab
قالوا : مسكين مسكين من لا يعرف لغة الإنجليزية، قد يواجه صعوبة في فهم كلام الناس
فنقول: مسكين من لا يعرف اللغة العربية قد يواجه صعوبة في فهم كلام رب الناس
"Sungguh kasihan org yg tidak paham bahasa inggris, mereka akan kesusahan dalam memahami perkataan manusia
Tapi kita katakan, sungguh kasihan orang yg tidak memahami bahasa arab, karena mereka kesusahan dalam memahami perkataan tuhannya manusia".
Sebuah riwayat yang dikatakan oleh kholifah Umar bin Khathob adalah
تعلموا العربية فإنها جزء من دينكم
Pelajarilah bahasa arab, karena ia adalah bagian dari agama kalian.
Syekh ahmad bin abdul halim abul abbas dalam kitabnya Iqtidha’ Shirath Al-Mustaqim berkata:
اللِّسَانُ العَرَبِي شِعَارُ الإِسْلاَمِ وَأَهْلِهِ
“Bahasa Arab adalah syi’ar Islam dan syi’ar kaum muslimin.”
Maka sungguh aneh jika ada org yg benci dgn arab dan juga bahasa arab padahal nabi kita yg mulia berasal dari Arab

#Imam ahmad bin hanbal pernah berkata
من أراد أن ينظر إلى جودة دين الأعجمي فانظر الى إقباله على العربية
Barang siapa yg ingin melihat baiknya pemahaman agama seseorang yg non arab
Maka lihatlah bagaimana bahasa arabnya

#seperti yg kita ketahui bahwa alquranpun menggunakan bahasa arab,
Kenapa bahasa arab yg dipilih sebagai bahasa al quran?
apa kata Ibnu Katsir dalam tafsirnya? saat menjelaskan keutamaan bahasa arab dalam surat Yusuf ayat kedua,:

لأن لغة العرب أفصح اللغات وأبينها وأوسعها، وأكثرها تأدية للمعاني التي تقوم بالنفوس
“Karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas (kosakatanya), dan paling banyak mengandung makna yang menentramkan jiwa,
#selain itu, karena bahasa arab adalah bahasa yg paling mulia, masih dalam tafsir ibnu p
Beliau berkata
فلهذا أنزلَ الله أشرف الكتب بأشرف اللغات، على أشرف الرسل، بسفارة أشرف الملائكة، وكان ذلك في أشرف بقاع الأرض، وابتدئ إنزاله في أشرف شهور السنة وهو رمضان، فكمل من كل الوجوه
“Karena Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia,  dengan bahasa yang paling mulia, diturunkan kepada Rasul yang paling mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, diturunkan di tempat yang paling mulia di muka bumi, diturunkan pula di bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan.
maka lengkaplah kemuliaan al quran dari berbagai sisi.
Allah subhanahu wataala berfirman:
إِنَّا أَنزلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya Kami menurunkan Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf: 2)

Apa keuntungannya kita belajar bahasa arab?
Izinkan saya mengutip perkataan seorang penyair bahwa:
"Bahasa arab layaknya sebuah kunci dimana ilmu agama adalah pintunya".
pertanyaan "apakah bisa kita memasuki sebuah pintu tanpa sebuah kunci"?
Jawabannya "bisa"
kalau pintunya tidak dikunci
Kesimpulannya adalah bahasa arab sangat penting untuk bisa memahami islam,
Dan juga, jika kita bisa bahasa arab, maka akan terasa lebih mudah untuk menghafal al quran, menghafal hadis dan memahami keduanya.

Akhirul kalam
Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
By: Jaelani Imron (Mahasiswa Unibersitas  Islam Madinah)

Monday, February 27, 2017

Akhlak dalam Pendidikan

Mengajar sekarng dengan tahun 90-an sangat berbeda sekali, dimana pendidikan yang selama ini sebagai tempat mendidik anak, mencetak karakter, membina dan membimbing kepada kebaikan untuk memajukan bangsa, akan tetapi melihat fenomena yang ada ymdan telah terjadi dari tingkat universitas bahkan sekolah dasar sekalipun sekarang disoroti dan diawasi oleh semua pihak, kejahatan, kriminal dan banyak lagi yang dilakukan oleh para peserta didik dmana mereka melakukan perbuatan yang akan merugikan dirinya sendiri.
Melihat permasalahan yang ada sekarng dapat kita ingat-ingat kembali tatkala tahun 1990an sekolah menjadi tempat yang nyaman bagi para peserta didik untuk menuntut ilmu tetapi sekarng tidak sesikit orang tua mengkhawatirkan anaknya ketika di lingkungan sekolah. Meemnghadapi itu semua peranan para guru di satuan pendidik sangat lah penting dan harus terus ditingkatkan dengan baik, memberikan edukasi pembelajan agama tentang pendidikan kepada seluruh tenaga pendidik agar dapat dan lebih memahami kembali tujuan membimbing anak-anak didik sehingga menjadi anak-anak yang dapat diharapkan, maka pendidikan agama, karakter, kepemimpinan dan pengetahuan mengenai pendidikan lebih diutamakan sehingga sekolah dapat dijadikam tempat yang nyaman untuk menuntut ilmu dan membina para generasi bangsa.
Akhlak yang baik akan menjadikan seseorsng menjadi baik jika sebaliknya jika akhlak yang kurang baik maka akan mendapatkan keburukan seperti seseorang yang tidak mendapatkan manfaat sama sekali, disinilah akhlak lebih utama  untuk dipelajari gerlebih dahulu, jika melihat para ulama dan para cendikiawan muslim mereka sangat hormat kepada gurunya bahkan sebelum belajar mereka mempelajari akhlaknya masing-masing.

Sunday, February 26, 2017

Masalah tidak selamanya masalah

Menyikapibpersoalan dalam kehidupan bukan hanya sekedar selesai saja tetapi menumbuhkan sikap yang bijaksana harus lebih utama dalam menyelesaikan masalah, masalah akan terus bertambah dan akan selalu ada disetiap saat jika memang suatu masalah hanya diselesaikan begitu saja tanpa ada pembelajaran dan kebijaksanaan dalam menyikapinya sungguh amat disayangkan, karena tidak mendapatkan suatu yang bermanfaat dari sebuah permasalahan yang justru memberikan satu pelajaran yang bermanfaat. Jangan memandang masalah suatu fenomena yang negatif saja tapi bisa dipandang sebagai suatu hal yang positif, bagaimana masalah kok bisa positif? Mungkin anda lupa tatkala anda memasuki suatu pelerjaan makalah, skripsi dll itu berawal dari masalah sehingga mendapatkan manfaat dari sebuah permasalahan. Jadi, marilah kita menyikapi semua permasalahan dengan bijaksana dan bisa memberikan pelajaran yang bermanfaat.

Wednesday, February 22, 2017

Dimanapun Anda Belajar

Tidak ada kata terlambat dalam belajar, baik mendalami ilmu dunia atau ilmu akhir, akan tetapi jika keduanya dipelajari makan akan lebih sempurna dan tentu saja ilmu-ilmu yang mendatangkan kebaikan dan manfaat dimasyarakat. Menuntut ilmu tidak hanya di sekolah, kampus, atau di lembaga-lembaga pendidikan yang banyak tersebar disetiap wilayah, belajar tidak melihat dimana dia akan memulai dan dimana dia akan mendapatkan ilmu, tidak dipungkiri juga bahwa tempat yang disebutkan tadi memang mendukung dalam mencari ilmu, yang dimaksud disini adalah bahwa belajar dan mencari ilmu dimana saja asalkan mendapatkan sumber yang bisa dipertanggungjawabkan dan memiliki referensi dalam memahami semua bidang ilmu, kita bisa belajar dijalan menuju kantor dengan menaiki angkutan umum kita ketemu ustadz atau yang lainmya dan berdiskusi bertanya mengenai suatu masalah sehingga orang tersebut akan tau permasalahan-permasalahan yang selama ini belum diketahui oleh dia maka hal seperti ini dia belajar menggali informasi dari orang lain untuk menanggapi segala masalah dan pertanyaan-pertanyaan.
Belajar dunia dan akhirat pun kita sering mendengar hadits Nabi shollahu alaihi wasalam yang menjelaskan "barang siapa yang menginginkan dunia maka dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan akhirat maka dengan ilmu, jika menginginkan keduanya maka dengan ilmu pula" ini lah sabda Nabi shollaallahu alaihi wasalam dalam memberikan semangat kepada umatnya agar tidak pantang menyerah dalam menggapai semua imoian baik dunia dan akhirat. 
Baik ilmu dunia atau akhirat maka sebagai umat muslim kita wajib mempelajari semuanya agar mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat, didunia kita mendapatkan apa yang diinginkan dengan ilmu yang ditekuni sehingga mengetahj segala hal dan mendapatkan pelajaran dari segala hal demikian juga dengan ilmu akhirat yang akan mengantarkan seorang hamba kepada hari akhir dan akan menjumpai Allah subhanahu wataala kelak, ilmu akhirat akan mengajarkan kepada umat islam ini tentang beragama sesuai tuntunan Nabi besar Muhammad Shollaallahu alaihi wasalam.

Tuesday, February 07, 2017

Bahasa Arab Mudah

Bahasa arab mudah dipelajari dengan cepat dan dapat difahami dengan seksama,
untuk file dapat di download dan bisa dipelajari, pelajaran ini dirangkum dari buku Alarobiyah Bayna Yadaik (ABY). Nama Bulan dan Hari dalam Bahasa Arab 

Tuesday, January 31, 2017

ARTI DAN MAKNA SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA


Arti Sila Ketuhanan yang Maha ESA
Sila pertama dari Pancasila Dasar Negara NKRI adalah Ketahuan Yang Maha Esa. Kalimat pada sila pertama ini tidak lain menggunakan istilah dalam bahasa Sansekerta ataupun bahasa Pali. Banyak diantara kita yang salah paham mengartikan makna dari sila pertama ini. Baik dari sekolah dasar sampai sekolah menengah umum kita diajarkan bahwa arti dari Ketahuan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Satu, atau Tuhan yang jumlahnya satu. Jika kita membahasnya dalam bahasa Sansekerta ataupun Pali, Ketahuan Yang Maha Esa bukanlah Tuhan yang bermakna satu.
Ketuhanan berasal dari kata tuhan yang diberi imbuhan berupa awalan ke- dan akhiran –an. Penggunaan awalan ke- dan akhiran –an pada suatu kata dapat merubah makna dari kata itu dan membentuk makna baru. Penambahan awalan ke- dan akhiran –andapat memberi makna perubahan menjadi antara lain: mengalami hal….sifat-sifat…
Kata ketuhanan yang beasal dari kata tuhan yang diberi imbuhan ke- dan –an bermakna sifat-sifat tuhan. Dengan kata lain ketuhanan berarti sifat-sifat tuhan atau sifat-sifat yang berhubungan dengan tuhan.
Kata Maha berasal dari bahasa Sansekerta atau Pali yang bisa berarti mulia atau besar( bukan dalam pengertian bentuk). Kata Maha bukan berarti sangat. Kata “esa” juga berasal dari bahasa Sansekerta atau Pali. Kata “esa” bukan berarti satu atau tunggal dalam jumlah. Kata “esa” berasal dari kata “etad” yang lebih mengacu pada pengertian keberadaan yang mutlak atau mengacu pada kata “ini” (this- Inggris). Sedangkan kata “satu” dalam pengertian jumlah dalam bahasa Sansekerta  atau bahasa Pali adalah kata “eka”. Jika yang dimaksud dalam sila pertama adalah jumlah Tuhan yang satu, maka kata yang seharusnya digunakan adalah “eka” bukan kata “esa”.
Dari penjelasan yang disampaikan di atas dapat dikesimpulan bahwa arti dari Ketahuan Yang Maha Esa bukanlah berarti Tuhan Yang Hanya Satu, bukan mengacu pada suatu individual yang kita sebut Tuhan Yang jumlahnya satu. Tetapi sesungguhnya Ketahuan Yang Maha Esa
Berarti  Sifat-sifat Luhur atau Mulia Tuhan yang mutlak harus ada. Jadi yang ditekankan pada sila pertama dari Pancasila ini adalah sifat-sifat luhur atau mulia, bukan Tuhannya.
Makna sila Ketahuan Yang Maha Esa
Makna sila ini adalah
Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-maisng menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.
Frasa Ketahuan Yang Maha Esa bukan berarti warga Indonesia harus memiliki agama monoteis namun frasa ini menekankanke-esaan dalam beragama.
Mengandung makna adanya Causa Prima (sebab pertama) yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
Menjamin peenduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya.
Negara memberi fasilitas bagi tumbuh kembangnya agama dan dan iman warga negara dan mediator ketika terjadi konflik agama.
Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi ditekankan dalam beribadah menurut agama masing-masing.
Manusia sebagai makhluk yang ada di dunia ini seperti halnya makhluk lain diciptakan oleh penciptaannya. Pencipta itu adalah Causa Prima yang mempunyai hubungan dengan yang diciptakannya. Manusia sebagai makhluk yang dicipta wajib menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya. Dalam konteks bernegara, maka dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila, dengan sendirinya dijamin kebebasan memeluk agama masing-masing. Sehubungan dengan agama itu perintah dari Tuhan dan merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan oleh manusia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Tuhan, maka untuk menjamin kebebasan tersebut di dalam alam Pancasila seperti kita alami sekarang ini tidak ada pemaksaan beragama, atau orang memeluk agama dalam suasana yang bebas, yang mandiri. Oleh karena itu dalam masyarakat Pancasila dengan sendirinya agama dijamin berkembang dan tumbuh subur dan konsekuensinya diwajibkan adanya toleransi beragama.
Jika ditilik secara historis, memang pemahaman kekuatan yang ada di luar diri manusia dan di luar alam yang ada ini atau adanya sesuatu yang bersifat adikodrati (di atas / di luar yang kodrat) dan yang transeden (yang mengatasi segala sesuatu) sudah dipahami oleh bangsa Indonesia sejak dahulu. Sejak zaman nenek moyang sudah dikenal paham animisme, dinamisme, sampai paham politheisme. Kekuatan ini terus saja berkembang di dunia sampai masuknya agama-agama Hindu, Budha, Islam, Nasrani ke Indonesia, sehingga kesadaran akan monotheisme di masyarakat Indonesia semakin kuat. Oleh karena itu tepatlah jika rumusan sila pertama Pancasila adalah Ketahuan Yang Maha Esa
Keberadaan Tuhan tidaklah disebabkan oleh keberadaban daripada makhluk hidup dan siapapun, sedangkan sebaliknya keberadaan dari makhluk dan siapapun justru disebabkan oleh adanya kehendak Tuhan. Karena itu Tuhan adalah Prima Causa yaitu sebagai penyebab pertama dan utama atas timbulnya sebab-sebab yang lain. Dengan demikian Ketahuan Yang Maha Esa mengandung makna adanya keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tunggal, yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Dan diantara makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berkaitan dengan sila ini adalah manusia. Sebagai Maha Pencipta, kekuasaan Tuhan tidaklah terbatas, sedangkan selainNya adalah terbatas.
Negara Indonesia didirikan atas landasan moral luhur, yaitu berdasarkan Ketahuan Yang Maha Esa yang sebagai konsekuensinya, maka negara menjamin kepada warga negara dan penduduknya untuk memeluk dan untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya, seperti pengertiannya trkandung dalam:
Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga, yang antara lain berbunyi:
“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa….” dari bunyi kalimat ini membuktikan bahwa negara Indonesia bukan negara agama, yaitu negara yang didirikan atas landasan agama tertentu, melainkan sebagai negara yang didirikan atas landasan Pancasila atau negara Pancasila.
Pasal 29 UUD 1945
Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa
Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing  dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya
Oleh karena itu di dalam negara Indonesia tidak boleh ada pertentangan dalam hal Ketuhanan Yang Maha Esa, dan sikap atau perbuatan yang anti terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa, anti agama. Sedangkan sebaliknya dengan paham Ketuhanan Yang Maha Esa ini hendaknya diwujudkan kerukunan hidup beragama, kehidupan yang penuh toleransi dalam batas-batas yang diizinkan oleh atau menurut tuntutan agama masing-masing, agar terwujud ketentraman dan kesejukan di dalam kehidupan beragama.
Untuk senantiasa memelihara dan mewujudkan 3 model hidup yang meliputi:
Kerukunan hidup antar umat seagama
Kerukunan hidup antar umat beragama
Kerukunan hidup antar umat beragama dan Pemerintah
Tri kerukunan hidup tersebut merupakan salah satu faktor perekat kesatuan bangsa.
Di dalam memahami sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa, hendaknya para pemuka agama senantiasa berperan di depan dalam menganjurkan kepada pemeluk agama masing-masing untuk menaati norma-norma kehidupan beragama yang dianutnya.
Sila ke 1 Ketuhanan Yang Maha Esa ini menjadi sumber utama nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia, yang menjiwai dan mendasari serta membimbing perwujudan dan Sila II sampai dengan Sila V.
Pokok-pokok Yang Terkandung Dalam Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Pernyataan pengakuan bangsa Indonesia pada adanya dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Pernyataan ini tidak saja dapat terbaca dalam Pembukaan UUD 1945 dimana perumusan Pancasila itu terdapat tetapi dijabarkan lagi dalam tubuh UUD 1945 itu sendiri pasal 29 ayat 1, yang berbunyi sebagai berikut :
“ Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa ”
Adanya pernyataan pengakuan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa secara yuridis constitutional ini, mewajibkan pemerintah/aparat Negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan  yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.
Dengan demikian dasar ini merupakan kunci dari keberhasilan bangsa Indonesia untuk menuju pada apa yang benarm baik dan adil. Dasar ini merupakan pengikat moril bagi pemerintah dalam menyelenggarakan tugas-tugas Negara, seperti memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social.
Negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk untuk beribadat
Menurut agama dan kepercayaannya (pasal 29 ayat 2 UUD 1945).
Jaminan kemerdekaan beragama yang secara yuridis constitutional ini membawa konsekuensi pemerintah sebagai berikut:
Pemerintah wajib memberi dorongan dan kesempatan terhadap kehidupan keagamaan yang sehat.
Pemerintah memberi perlindungan dan jaminan bagi usaha-usaha penyebaran agama, baik penyebaran agama dalam arti kwalitatif maupun kwantitatif.
Pemerintah melarang adanya paksaan memeluk/meninggalkan suatu agama.
Pemerintah melarang kebebasan untuk tidak memilih agama.
Pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kehidupan beragama bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan sila-sila yang lain. Oleh karena itu kehidupan beragama harus dapat membawa persatuan dan kesatuan bangsa, harus dapat mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradap, harus dapat menyehatkan pertumbuhan demokrasi, sehingga membawa seluruh rakyat Indonesia menuju terwujudnya keadilan dan kemakmuran lahir dan batin. Dalam hal ini berarti bahwa sila pertama memberi pancaran keagamaan, memberi bimbingan pada pelaksanaan sila-sila yang lain.
Sebagai sarana untuk mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa, maka asas kebebasan memelu agama ini harus diikuti dengan asas toleransi antar pemeluk agama, saling menghargai dan menghormati antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain dalam menjalankan ibadah menurut agama mereka masing-masing.
Kehidupan beragama tidak bisa dipisahkan sama sekali dari kehidupan duniawi/kemasyarakatan. Dua-duanya merupakan satu system sebagaimana satunya jiwa dan raga dalam kehidupan manusia. Agama sebagai alat untuk mengatur kehidupan di dunia, sehingga dapat mencapai kehidupan akhirat yang baik. Kehidupan beragama tidak bias lepas dari pembangunan masyarakat itu sendiri, bangsa dan Negara demi terwujudnya keadilan dan kemakmuran materiil maupun spiritual bagi rakyat Indonesia. Semakin kuat keyakinan dalam agama, semakin besar kesadaran tanggungjawabnya kepada Tuhan bangsa dan Negara, semakin besar pula kemungkinan terwujudnya kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi bangsa itu sendiri.

Pengamalan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Kita percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
Kita melaksanakan kepercayaan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa itu menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap.
Kita harus membina adanya saling menghormati antar pemeluk agama dan penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kita harus membina adanya saling kerjasama dan toleransi antara sesame pemeluk agama dan penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kita mengakui bahwa hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa sebagai hak pribadi yang paling hakiki.
Kita mengakui tiap warga Negara bebas menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Kita tidak memaksakan agama dan kepercayaan kita kepada orang lain.

Friday, January 27, 2017

teks

Thursday, January 19, 2017

Hermeunetika Hans George Gadamer

A.    Profil Hans-Georg Gadamer
Hans-Georg Gadamer lahir di Marburg, Jerman pada tanggal 11 Februari tahun 1900. Ia terlahir sebagai anak kedua dari pasangan Emma Caroline Johanna Gewiese (1869-1904) dan Dr. Johannes Gadamer (1867-1928). Sejak berumur 2 tahun, ia pindah di kota Breslu (sekarang dikenal dengan nama Wroclau, Polandia) karena ayahnya diminta menjadi profesor luar biasa di Universitas Breslau. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga penganut Protestan yang taat dan konservatif. Ibunya meninggal ketika Gadamer berusia 4 tahun karena terserang penyakit diabetes. Walaupun besar dalam keluaraga Protestan yang taat, Gadamer memilih bungkam jika disodori pertanyaan mengenai imannya.

Monday, December 19, 2016

Bridging Course Out Bond Karangasri


Out bond bukan sekedar memberikan kesenangan bagi mahasiswa pendidikan bahasa arab akan tetapi banyak sekali pembelajaran yang bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat terutama dalam kekompakan dan saling memahami apa yang terjadi, klik disini bebasbayar

Tuesday, December 13, 2016

Wazan-Wazan Fiil Berdasarkan Hurufnya


Secara dominan kata-kata dalam bahasa Arab berasal dari tiga huruf, triliteral verb,فِعْلُ ثُلاَثِيٌّ . Oleh sebab itu, para ahli bahasa menyimpulkan bahwa kata-kata dalam bahasa Arab berasal dari tiga huruf. Para ulama bahasa tersebut membentuk sebuah susunan wazan untuk menyusun konstruksi dasar sebuah kata dalam bahasa Arab yang tersusun dalam pola yang dirumuskan dengan huruf ( ف ) fa’, ( ع)‘ain, dan (ل  ) lam menjadi فعل .  Disebutkan (ف  ) fa’ dalam wazan disebut الكَلِيْمَة  فَاءُ , ( ع  )‘aindisebut الكَلِيْمَة  عَيْنُ dan (ل  ) lam disebut لاَمُ الكَلِيْمَة . Seperti pada contoh كَتَبَ , ( ك ) kaf disebut الكَلِيْمَة فَاءُ , ( ت  ) ta’ disebut الكَلِيْمَة عَيْنُ, ( ب ) ba’ disebut لاَمُ الكَلِيْمَة  .
Dari asas pola dasar kata-kata dalam bahasa Arab inilah maka dapat dianalogikan menjadi
Contoh :  كَتَبَ  pada wazan  فَعَلَ
يكتبُ Pada Wazan يَفْعُلُ
اٌكْتُب pada wazan  افعُلْ

Di dalam mempelajari ilmu shorof, akan kita dapatkan istilah wazan dan  mauzun, dimana wazan menurut bahasa adalah timbangan. Maksudnya, sesuatu yang dijadikan patokan atau yang harus diikuti oleh kalimat-kalimat lain. Adapun mauzun menurut bahasa adalah yang ditimbang. Yakni sesuatu yang harus mengikuti wazan.Makna mudahnya, wazan adalah polanya atau cetakannya sedangkan mauzun adalah kata yang ingin dijadikan sesuai pola atau cetakan.
Contoh :
mauzun wajib mengikuti wazan apabila wazan tersebut berharakat, bersukun dan diberi tambahan huruf. Seperti pada contoh:
 كَرُمَ                 فَعُلَ
أَكْرَمَ                أَفْعَلَ
كَسَرَ                 فَعَلَ
اِنْكَسَر             اِنْفَعَلَ ( Hamzah dalam keadaan jar, dibaca kasroh)
Dan apa- apa yang ditambahkan pada wazan ditambahkan pula pada mauzun , kecuali jika penambahan dari jenis wazan diulang pada mauzunnya juga diulang. Misalnya  pada kata  عَظّم  wazan  فَعَّلَ ,  اِغْرَوْرَقَ  wazan اِفْعَوْعَلَ   dan  pada إَحْمَارَّ  wazan إِفْعَالَّ .
Adapun wazan yang memiliki huruf- huruf asli yang terdiri dari empat huruf maka, ل  lam pada wazan tersebut diulang. Contohnya pada kata دَحْرَجَ wazan فَعْلَلَ , رَ ra’dalam fiil دَحْرَجَ  merupakan لاَمُ الكَلِيْمَة yang pertama sementara جjim merupakan لاَمُ الكَلِيْمَة yang kedua. Contoh lainya pada fiil  اِقْشَعَرَّ  wazan  اِفْعَلَلَّ , ع ‘ain dalam fiil اِقْشَعَرَّ merupakan لاَمُ الكَلِيْمَة yang pertama, ر ra’ yang pertama merupakan لاَمُ الكَلِيْمَة yang kedua, dan ر ra’ yang kedua merupakan tambahan dan menjadi لاَمُ الكَلِيْمَة ketiga pada wazan اِفْعَلَلّ .
Wazan-wazan fi’il  Maadhi :
1.      Wazan tsulaatsiy mujarrod (3) :فَعَلَ, فَعُلَ, فَعِلَ
2.      Wazan tsulaatsiy maziid : a. Tambahan 1 huruf =    اَفْعَلَ, فَعَّلَ, فَاعَلَ
3.      Tambahan 2 huruf = اِنْفَعَلَ, اِفْتَعَلَ, اِفْعَلَّ, تَفَعَّلَ, تَفَاعَلَ
4.      Tambahan 3 huruf = اِسْتَفْعَلَ, اِفْعَوْعَلَ, اِفْعَوَّلَ, اِفْعَالَّ
5.      Wazan ruba’iy mujarrod (1) : فَعْلَلَ
6.      Wazan ruba’iy maziid : a. Tambahan 1 huruf = تَفَعْلَلَ
7.      Tambahan 2 huruf =    اِفْعَنْلَلَ, اِفْعَلَلَّ

Fiil 3 huruf
Fiil 4 huruf
Fiil 5 huruf
Fiil 6 huruf
Mudhore
Madhi
Mudhore
Madhi
Mudhore
Madhi
Mudhore
Madhi
يَفْعَلُ
فَعَلَ
يُفْعِلُ
أَفْعَلَ
يَتَفَعَّلُ
تَفَعَّلَ
يَسْتَفْعِلُ
اِسْتَفْعَلَ
يَفْعِلُ
فَعَلَ
يُفَعِّلُ
فَعَّلَ
يَفْتَعِلُ
اِفْتَعَلَ
يَفْعُلُ
فَعَلَ
يُفَاعِلُ
فَاعَلَ
يَتَفَاعَلُ
تَفَاعَلَ
يَفْعَلُ
فَعِلَ
يُفَعْلِلُ
فَعْلَلَ
يَنْفَعِلُ
اِنْفَعَلَ
يَفْعِلُ
فَعِلَ
يَفْعَلُّ
اِفْعَلَّ

يَفْعُلُ
فَعُلَ



فعل ماضى
Fiil Madhi adalah : fiil yang menunjukan pekerjaan yang terjadi pada masa lampau atau Kata kerja menunjukkan kejadian bentuk lampau, yang telah terjadi sebelum masa berbicara.
Contoh { ذَهَبَ} “dia telah telah pergi” atau {آمَنَ } “dia telah beriman”.
Rumus perubahan dalam fiil madhi sebagai berikut:
Arti
Contoh
Rumus
Kata ganti
No
Dia (lk ) telah telah pergi
ذَهَبَ

هو
1
Dia berdua(lk ) telah pergi
ذَهَبَا
+ ا
هما
2
Mereka (lk ) telah pergi
ذَهَبُوا
+ وا
هم
3
Dia (pr ) telah pergi
ذَهَبَتْ
+ تْ
هي
4
Dia berdua(pr) telah pergi
ذَهَبَتاَ
+ تـَا
هما
5
Mereka (pr ) telah pergi
ذَهَبْنَ
 Sukun +نَ
هنّ
6
Kamu (lk ) telah pergi
ذَهَبْتَ
Sukun + تَ
أنتَ
7
Kamu berdua (lk ) telah pergi
ذَهَبْتُمَا
 Sukun +تُمَا
أنتما
8
Kalian (lk )
ذَهَبْتُمْ
Sukun +تُم
أنتم
9
Kamu  (pr ) telah pergi
ذَهَبْتِ
 Sukun +تِ
أنتِ
10
Kamu berdua (pr ) telah pergi
ذَهَبْتُمَا
 Sukun +تُما
أنتما
11
Kalian ( pr) telah pergi
ذَهَبْتُنّ
 Sukun +تُنَّ
أنتنّ
12
Saya/ aku telah pergi
ذَهَبْتُ
Sukun + تُ
أنا
13
Kami telah pergi
ذَهَبْنَا
 Sukun+نَا
نحن
14

فعل مضارع
Fi’il Mudhari’ adalah yang menunjukkan pekerjaan atau peristiwa yang sedang terjadi (present tense) atau akan terjadi (future tense). Fiil mudhari’ dapat diawali dengan salah satu di antara empat huruf  yang disebut huruf mudhara’ah ( أ، ن، ي، ت)  untuk memudahkan menghafalnya silahkan baca dengan (اَنِيْــتَ / Anita), sebagai contoh fiil mudhari’ يــذْهَبُ
Untuk rumus fiil mudhari sebagai berikut:

فعل أمر
Fi'il Amar atau Kata Kerja Perintah adalah fi'il yang berisi pekerjaan yang dikehendaki oleh Mutakallim (pembicara) sebagai orang yang memerintah agar dilakukan oleh Mukhathab (lawan bicara) sebagai orang yang diperintah.
Perlu diingat bahwa yang menjadi Fa'il (Pelaku) dari Fi'il Amar (Kata Kerja Perintah) adalah Dhamir Mukhathab (lawan bicara) atau "orang kedua" sebagai orang yang diperintah untuk melakukan pekerjaan tersebut. Dhamir Mukhathab terdiri dari:
 أَنْتُنَّ - أَنْتُمْ - أَنْتُمَا - أَنْتِ - أَنْتَ .